Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Ngentot Gadis Beijing China 2
Tradingan.com - Kemudian aku berbaring dan memeluk Sharlen sambil melumat bibirnya. Tanpa melepas ciuman tangannya, diam-diam dia meraih batangku dan diarahkan ke vaginanya. Sharlen melepas ciumannya lalu berjongkok di atas batangku. Tangannya membimbing batangku memasuki liang vaginanya, kunikmati setiap inci batangku memasuki vaginanya dengan meremas payudaranya sampai tertancap seluruhnya.
Sebelum memulai dia tersenyum dulu padaku dan menyeka keringat di dahiku. Kumulai ronde ini dengan menyentakkan pinggulku ke atas yang dibalasnya dengan gerakan naik turun dan desah kenikmatannya.
Rika menciumku dan berkata, “Her, sekarang bayar dulu hutanglu yah..!”
“Hutang? Hutang apaan..?” tanyaku bingung.
“Ini loh, pekerjaan lu yang belum beres tadi.” jawabnya sambil menaiki wajahku sehingga kemaluannya hanya beberapa cm dari wajahku.
Tanpa ngomong apa-apa lagi langsung kulahap kemaluan Rika yang sudah becek itu, lidahku menari-nari mempermainkan klistorisnya dan jari-jariku bertugas mengobok-obok liang vaginanya. Lidahku kukeraskan agar dapat masuk sedalam mungkin ke dalam vaginanya, sehingga menyebabkan goyangannya makin liar.
Tidak lama kemudian, “Aduh.. Rik.. Her.. gua.. keluar..!”
Sharlen menjerit pertanda mencapai orgasme. Tubuhnya menggelinjang sambil tangannya meremas payudara Rika yang berlutut di depan membelakanginya. Dan tidak urung Rika pun ikut menjerit karena bersamaan dengan itu dia juga mencapai klimaks, dan kemudian aku menyusulnya dengan menyemburkan spermaku di dalam rahim Sharlen. Kami bertiga orgasme dalam waktu yang hampir bersamaan, erangan kenikmatan sahut menyahut memenuhi kamar ini (untung saja temboknya cukup tebal untuk meredam keributan di sini).
Rika menjambak rambutku dan menjepit kepalaku dengan kedua belah pahanya dengan kencang, sehingga membuatku gelagapan disamping akibat semprotan cairan cintanya. Rika rebah di sampingku, begitu juga Sharlen, tubuh kami sudah basah bermandikan keringat. Saat kucabut kemaluanku, kulihat benda itu sudah berlumuran berbagai cairan baik sperma, ludah, cairan cinta, dan darah keperawanannya.
Aku lalu ke kamar mandi untuk membersihkan kemaluanku. Begitu keluar kudapati Rika yang masih bugil sedang duduk di sofa dan memegang gelas berisi red wine.
“Rik, Sharlen gimana..?” tanyaku.
“Udah teler tuh, lu temenin gua minum aja sini.” katanya.
Aku lalu melihat Sharlen sudah tertidur pulas akibat kelelahan dan mabuk. Dengan tissue kulap keringat di dahinya dan kemaluannya yang basah oleh berbagai cairan. Lalu kuselimuti dia sampai ke leher, setelah mengecup bibirnya kutinggalkan dia dan menghampiri Rika.
“Uuff.. capeknya, bagi minumnya dong Rik..!” kataku sambil menjatuhkan diri di sofa.
Dituangkannya segelas wine untukku, kami lalu melakukan ‘toast’ dan meminumnya sampai habis.
“Gimana barusan, Sharlen hebat ngga..?” tanyanya membuka percakapan.
Aku hanya mengangguk karena masih lelah.
“Walah.., jawabnya kok lemes amat, udah ngga kukuh nih ye..?” katanya.
“Lemes Rik, daritadi lu cuma jilat-jilat aja sih makannya masih seger.”
“Ya udah, kalo gitu sini gua bikin seger lagi deh..!” tawar Rika.
Terkait
Disuruhnya aku duduk membelakangi, lalu dia pijat pundak dan punggungku. Pijatannya lumayan enak, seterusnya tangannya maju ke depan mengelus dadaku, menempelkan dadanya di punggungku. Dia melakukan ‘Thai Massage’ dengan menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, hal ini menyebabkan gairahku mulai bangkit kembali, terutama saat tangannya mulai turun dari dada menuju daerah selangkangan, apalagi sesekali dia menjilat leherku. Lanjut baca!
Cerita Ngewe Gadis Beijing China 1
Aopok.com - Saat itu, bulan Januari 2026 di Beijing, suasana tahun baru masih terlihat mewarnai kota berpenduduk 12 juta orang itu. Selama liburan musim dingin itu banyak teman-teman dekatku termasuk roomate-ku yang pulang. Aku tidak pulang karena waktu libur musim panas 6 bulan sebelumnya aku baru pulang, sekalian menghemat biaya, apalagi saat itu rupiah sedang terpuruk.
Aku mengisi waktu luang selama sebulan lebih itu dengan tour ke kota-kota di selatan yang cuacanya relatif lebih hangat seperti Hongkong, Shenzhen, dan Guangzhou. Sepulangnya ke Beijing, liburanku ternyata masih tersisa lebih dari seminggu. Sisa hari yang sepi dan membosankan itu kuisi dengan main PS, nonton VCD, dan jalan-jalan ke mall. Aku sering berkhayal bagaimana rasanya dingin-dingin gini ada cewek cantik yang menemaniku.
Akhirnya pada suatu ketika terwujud juga impianku. Suatu hari aku sedang berjalan-jalan di Xidan, salah satu pusat perbelanjaan di sana (sebagai info, harga barang di sini sangat murah, asal pintar menawar kita bisa mendapatnya dengan setengah harga). Lelah setelah berkeliling dan belanja seharian, aku memasuki restoran KFC untuk mengisi perut.
Ketika aku sedang makan, kudengar suara orang berbicara dalam bahasa Indonesia, ternyata suara itu berasal dari 2 gadis cantik duduk tidak jauh di sampingku. Yang satu tinggi langsing, berambut panjang kemerahan, bermata sipit, dan yang satunya lagi berambut sebahu lebih dikucir. Aku tadinya bermaksud menyapa, namun kutunda niatku setelah kudengar mereka sedang membicarakan diriku.
Dengan sikap pura-pura cuek, kusimak percakapan mereka.
“Eh, Len, liat ngga cowok yang sendirian disana tuh, ok juga yah..” kata yang rambut panjang.
“Gile lu, suaranya keras amat, kalo dia denger gimana..?”
“Fang xin lah (tenanglah), biar denger juga dia ngga ngerti kok.” (ternyata mereka tertipu oleh wajah Chineseku yang mirip orang sana, ditambah lagi penampilanku waktu itu yang mirip orang lokal).
“Hhmm.., lumayan juga sih, rambutnya mirip Nicholas Tse, gatal ya Rik, gara-gara udah lama ngga ketemu si Edwin.”
Aku berusaha menahan tawaku dengan menutup mulut atau melihat ke arah lain. Lalu aku sengaja lewat di depan mereka dan menyapa dengan ramah.
“Hai, anak Indo juga nih..!”
Mereka kaget setengah mati terutama yang berambut panjang itu, wajahnya memerah dan tertunduk malu, yang rambutnya dikuncir melirik pada temannya sambil tertawa kecil.
Singkatnya, perkenalan kami berlanjut dan kuketahui yang berambut panjang kemerahan itu bernama Rika, umur 22 tahun, sebaya denganku dan yang satunya bernama Sharlen, umur 20 tahun. Mereka berdua sudah setahun belajar bahasa di sini. Senang sekali akhirnya aku dapat ngobrol panjang lebar dengan bahasa Indonesia lagi. Habis makan kami berkeliling menikmati suasana senja kota Beijing yang masih diselimuti salju.
Walaupun baru kenal, namun kami begitu cepat akrab, mungkin karena faktor senasib sepenanggungan di negeri lain. Sifat Sharlen yang kalem dan wajahnya yang imut seperti Kyoko Fukada membuatku jatuh hati padanya, aku berusaha untuk lebih mengenalnya lebih dalam. Tidak terasa waktu cepat berlalu, sehingga sekarang sudah hampir jam 9 malam. Taksi yang membawa kami tanpa terasa pula sudah mendekati apartemen mereka di daerah Xueyuan Lu.
“Her, mau liat-liat tempat kita ngga? Temenin tuh si Sharlen, dia kan pengen punya pacar.” kata Rika sambil tertawa.
“Idihh, siapa yang mau, lu kali Rik.” balas Sharlen menyikut temannya.
“Lain kali deh, takut kemalaman. Tempat gua masih jauh sih.” jawabku berbasa basi.
“Aahh, takut amat sih malam juga masih ada taksi kok, lagian Beijing kan aman ngga kaya Indo.” kata Rika.
“Iya Her, kita juga lagi suntuk nih, banyak yang pulang sih.” sambung Sharlen.
Akhirnya aku memutuskan mampir di tempat mereka dulu. Sebelum ke apartemennya, mereka membawaku mengitari daerah sekitar yang merupakan daerah kost dan sekolah pelajar-pelajar mancanegara itu. Udara menjadi hangat dan tercium aroma khas kamar cewek begitu kumasuki kamar mereka yang tidak terlalu besar namun tertata rapih (beda dengan kamarku yang mirip kapal pecah).
Terkait
“Eh, lu orang ngobrol aja dulu, gua mau berendam dulu yah.” kata Sharlen, lalu dia mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Sepeninggal Sharlen, aku dan Rika ngobrol-ngobrol sambil nonton TV. Rika orangnya agak bawel dan kocak, kami terhanyut dalam gelak tawa obrolan kami, dari situ kuketahui bahwa dia sudah punya pacar di Indonesia, kukorek keterangan lebih lengkap mengenai Sharlen, thanks God ternyata Sharlen belum ada yang punya, jadi terbuka kesempatan bagiku untuk mendapatkannya. Lanjut baca!
Sex Stories The Sad Love Story
Aopok.com - Kamar itu gelap. Sinar bulan tampak menyentuh kisi-kisi jendela kamar kecil itu. Membayangkan silhouette tubuh yang meringkuk di sudut kamar. Rena menenggelamkan kepalanya ke dalam lipatan lengannya yang memeluk lutut-lututnya. Bahunya yang bergerak-gerak menandakan bahwa gadis kecil itu sedang menangis. Rena mengangkat kepalanya, mengutuk sinar bulan yang menerpa wajahnya yang ternoda jejak-jejak air mata dalam hatinya. ‘Bagaimana aku bisa memaafkan dia..’
“Rene.. ah.. Rene..” mulutnya berbisik setengah terbuka. Buliran air mata jatuh melewati pipinya menetesi lengannya. Gagang telepon di sebelahnya memperdengarkan nada sibuk. Rena memasukkan lagi kepalanya dalam dekapan kakinya, dan bahunya kembali bergerak-gerak.
Sepuluh kilometer jauhnya, waktu yang sama.
Rene membanting C35-nya ke lantai, memandangi sejenak serpihan- serpihan mesin itu berpencaran ke segala arah. Rene menjambak rambutnya dengan kesepuluh jemarinya. Gila.. semua gila, batinnya dalam hati.
‘Rena.. bangsat! Cintaku.. aku..’
Rene menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, matanya merawang menatap langit- langit kamarnya. Melamunkan wajah gadis kecil itu dalam dekapannya.. yang beralih menjadi bayangan api kemarahan dan kesedihan yang terpancar dari nada suara gadis yang beberapa menit lalu masih bercakap-cakap dengannya. Rene menutup matanya dengan lengan kanannya, bahkan ia masih memiliki sedikit rasa malu kepada kamar kesayangannya, untuk melihatnya meneteskan air mata.
Somewhere, lantai dua, waktu yang sama.
Rina mengeraskan suara walkman-nya. Membiarkan lantunan musik kesayangannya memenuhi rongga telinganya. Tangannya bergerak membuka lembaran-lembaran literatur dihadapannya.
‘Ah, aku harus belajar giat supaya cepat lulus.. lalu..’
Matanya memandang ke bingkai foto di atas meja disamping tempat tidurnya. Tangannya mengambil bingkai foto itu, dan bibirnya mencium wajah cowok yang sedang tersenyum kepadanya lewat foto di hadapannya. Cup.. cup.. Rina mencium foto itu berulang-ulang, membayangkan kehangatan cowok itu saat memeluknya, menciumnya, mencumbunya.. belajar.. belajar.. Rina mengingatkan dirinya sendiri sebelum tangannya mulai gatal.
Dua purnama yang lalu.
Cowok yang hanya mengenakan kaus oblong itu terlihat sibuk membersihkan mobilnya. Tangannya menggosok permukaan mobil itu dengan cermat, sesekali menyeka peluh yang keluar dari dahi dan pelipisnya.
‘Ah.. panas sekali’, umpatnya dalam hati.
Rene meraih selang yang tergolek di sebelah kakinya, bangkit berdiri dan menekan knob penyemprot di tangannya. Dicobanya untuk mengarahkan air itu ke wajahnya, ahh.. segarnya. Dibilasnya mobil itu dengan hati-hati, memastikan semua kotorannya luluh ke jalan. Mendadak telinganya menangkap suara bertubruknya sesuatu. Matanya mencari-cari, sementara tangannya yang memegang selang tetap mengarahkan semprotan air ke mobilnya.
Terkait
Setengah jam sebelumnya.
“Kaak.. mana.. katanya mau ngajak aku jalan-jalan?”, suara gadis ABG itu terdengar manja dan memaksa.
Gadis yang lebih tua berkata dangan malas, “Sekarang? Tanggung nih..”.
Remote TV itu masih dalam genggamannya.
“Kaakk..!!” Rena memegang pundak kakaknya, merayu-rayu supaya kakaknya bersedia mengatakan janjinya.
“Iyaa.. udah sono!” Rina tertawa geli melihat kelakuan adiknya yang manja.
‘Yah beginilah’, pikirnya, jika hanya punya adik semata wayang, yang sangat kebetulan manja dan pemaksa. Lanjut baca!
Viral Dildo Anal Seks Warisan Leluhur 2
Aopok.com - Lalu ia membuka celanaku dan menelanjangiku. Ia sendiri juga membuka celana jeansnya dan terlihat celana dalam yang tipis dan kecil berwarna pink. Penisku bertambah berdiri dan dipegang olehnya.
“Wah kecil sekali, aku mau lihat yang lebih besar”.
Lalu ia membuka bajunya dan kutangnya. Lalu ia merangkulku dan kedua payudara montoknya menempel didadaku. Aku merasa hangat dan nikmat karena aku belum pernah melakukan seks sebelumnya, dan seks pertamaku langsung dengan wanita bule ini. Penisku berdiri dan melebar.
“Nah begitu dong” katanya.
Ia lalu mengulum dan menjilati penisku. Aku merasa nikmat sekali dan memegang rambut panjangnya. Setelah itu aku berbaring dan ia merangkak ke depanku. Payudaranya yang besar menyentuh wajahku dan langsung saja kujilati dan kukunyah. Setelah 20 menit ia berbalik badan dan duduk didadaku. Pantatnya menghadap wajahku, lalu ia membuka celana dalamnya secara pelan-pelan. Penisku langsung bertambah besar.
“Yeah, I know you like it” katanya.
Setelah celana dalamnya dilepaskan ia langsung mengangkat pantatnya dan duduk diwajahku. Vaginanya licin karena ia sering memotong bulu vaginanya sampai ludes. Aku menjilati vagina dan lubang pantatnya tanpa henti. Setelah lama kemudian ia mengalami kejang dan vaginanya terbuka lebar seperti pintu bendungan, dan air ovumnya pun mengalir deras ke dalam mulutku lalu kuhisap dan kutelan semuanya. Setelah itu ia membalikan badannya dan duduk diselangkaanku. Ia lalu memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan bergerak liar bagaikan menunggang kuda liar di texas. Penisku terpijat dan tertarik kesana kemari.
Kami mendesah keras, “Ah.. Ah.. Uh.. Uh..”
Ia lalu memerintahkan agar aku ikut bergoyang agar percumbuan itu terasa lebih nikmat. Aku pun menggoyangkan pantat ku dan kedua tanganku memeras payudara montoknya. Ia lalu bergerak lebih liar lagi dan menamparku berulang-ulang.
“Come on, Why are you so weak? You can do it better.”
Akhirnya aku mencapai tahap orgasme dan spermaku muncrat semuanya. Ia lalu menjilati dan menghisap semua spermaku. Setelah itu pipiku semua merah akibat tamparan sadisnya.
Kemudian kami memakai baju dan ia merangkak keluar dari tenda. Tiba-tiba terdengarlah suara tepuk tangan dan sorak sorai dari luar tenda. Ternyata semua timku menyaksikan bayangan ku dan Kelly dalam bercinta. Kelly pun bersorak, “Hore.. Yey..” lalu ia menarikku keluar, namun aku enggan karena malu. Akhirnya setelah lama aku pun keluar dan semua orang bersorak padaku. Aku menjadi malu dan mukaku semua merah. Aku hanya bisa tersenyum saja, dan semua timku tertawa melihat gayaku. Lalu kami semua kembali tidur untuk perjalanan di esok hari.
Terkait
Beberapa jam kemudian aku dibangunkan oleh John, atasanku. Aku melihat langit masih gelap, namun John berkata bahwa hari sudah pagi. Ternyata aku lupa kalau kami berada didalam goa. Jam alarm John berbunyi mempertandakan hari sudah jam 8 pagi. Akhirnya kami pun melanjutkan, Lanjut baca!
Viral Dildo Anal Seks Warisan Leluhur 1
Tradingan.com - Pada abad pertengahan di tanah Jawa, terlihatlah berpuluh-puluh tentara Manchuria dari kerajaan Qing (nama kerajaan di China). Mereka membawa obor dan masuk ke dalam sebuah goa. Setelah lama berjalan didalam goa mereka mendengar suara aneh, lalu mereka semua mengeluarkan pedang mereka. Tiba-tiba mereka melihat sebuah sinar besar yang menyilaukan mata. Mereka lalu berteriak kesakitan dan terbantai tanpa mengetahui apa yang terjadi.
*****
Beberapa ratus tahun kemudian, didataran Mongolia, terlihat sebuah desa. Desa itu dikelilingi oleh padang gurun. Beberapa kilometer dari desa itu terlihat beberapa truk dan beberapa orang asing menggali tanah didaerah itu. Salah seorang dari mereka berteriak,
“Berhasil!! Kita menemukannya”
Semua orang langsung berlari ke arahnya dan menemukan sebuah batu kuno berukiran bahasa Mongolia kuno. Seorang wanita asal Prancis memberikan pria itu sebuah kunci berbentuk kotak dan pria itu memasukan kunci itu ke lobang dari ukiran di batu itu. Tiba-tiba tanah disekitar pria itu terbuka dan ia sendiri jatuh ke dalam tanah. Wanita itu langsung mengeluarkan teleponnya dan menghubungi seseorang, lalu ia pun loncat masuk ke dalam lubang itu. Dengan berbekal lampu senter beberapa orang asing lainnya pun ikut masuk.
Ternyata di dalam tanah itu terbangun sebuah bangunan besar seperti makam untuk raja atau bangsawan. Mereka akhirnya menelusuri lubang itu. Setelah setengah jam berjalan mereka menemukan sebuah peti mati. Seorang pria gendut berasal dari Amerika langsung melempar dinamit dan meledakan peti mati kuno itu. Tengkorak dari peti mati berceceran keluar. Tak lama kemudian terlihatlah peti kecil didalam peti mati itu.
Seorang pria tinggi dan kekar asal Amerika memerintah agar bawahannya mengambil peti itu. Beberapa bawahannya menyentuh peti itu dan tiba-tiba ratusan anak panah melesat keluar dari dindng dan membunuh mereka semua. Setelah anak panah itu habis pria tinggi itu membuka peti itu dan tampaklah sebuah gulungan kertas kuno. Ia lalu mengambil kertas itu dan segera keluar dari lubang itu bersama bawahan lainnya. Sesampainya ia diatas, terlihat ratusan warga membawa kapak dan cangkul menyerangnya.
“Kami tidak akan membiarkan barang pusaka kami dirampas oleh orang asing sepertimu”.
Warga asing itu langsung kabur. Beberapa lama kemudian datanglah helikopter dan menjemput pria tinggi dan wanita Prancis itu. Sedangkan semua bawahan lainnya mati terbunuh.
Terkait
Kejadian itu tersebar dimana-mana dari televisi hingga ke radio dan polisi tidak sanggup melacak siapa dan dimana pria itu. Begitu mendengar berita di televisi, aku menutup televisi dan pergi mandi. Namaku adalah Adi Santoso. Aku adalah sejarahwan yang mempelajari bahasa kuno seperti bahasa Sansekerta. Aku bekerja di musium Fatahillah di Jakarta. Gajiku kecil dan pekerjaanku hanyalah sebagai satpam. Pihak musium tidak memerlukan penterjemah bahasa kuno.
Pada suatu malam aku pulang kerumah tiba-tiba terlihat seorang wanita bule berdiri di depan pintu rumahku. Tetanggaku semua tersenyum dan saling berbisik-bisik. Aku pun turun dari bajaj dan berkata kepada wanita itu. Lanjut baca!
Viral Baru Dikit Udah Masuk Anus Tante Mesum 2
Aopok.com - “Buka mulut, jenderal pelacur!” perintahnya.
Dia berusaha mengelak ketika penis itu disodorkan padanya, matanya menatap penuh amarah pada makhluk itu. Merasa ditantang si orc itu naik pitam, dijambaknya rambut emas itu lebih kuat dan dicubitnya salah satu putingnya sehingga dia mengerang kesakitan. Kesempatan itulah yang dipakai si orc untuk menjejali mulut Sharon dengan penis hijaunya. Wajah Sharon didorong ke arah penisnya tanpa peduli kesulitannya bernafas. Benda itu hanya masuk kepala dan sebagian batangnya saja karena besarnya. Orc itu lalu menggerak-gerakkan pinggulnya menyetubuhi mulut Sharon. Sharon sendiri bekerja keras menghisap dan mengulum benda itu dalam mulutnya. Kulumannya sungguh membuat orc itu mengerang-ngerang keenakan.Sharon merasa penis yang dikulumnya berdenyut lebih keras, rupanya orc itu sudah mau keluar. Disertai suara geraman yang lebih keras, cairan itu muncrat banyak sekali melebihi yang disemprotkan manusia, tentu saja mulut Sharon tidak dapat menampung seluruh cairan itu, dia tersedak dan cairan itu sebagian meluber di bibirnya. Dia tak bisa berbuat apa-apa selain cepat-cepat menelan semua cairan itu agak tak terlalu terasa. Sehabis berejakulasi di mulutnya orc itu menelentangkan tubuh Sharon. Dia membentangkan kedua belah pahanya dan mengambil posisi diantaranya, tangan kanannya mengarahkan penisnya memasuki vagina Sharon.
Orc itu mulai memompakan penisnya di dalam vagina Sharon. Jeritan histeris terdengar dari mulutnya setiap kali orc itu mengirimkan tusukan keras ke vaginanya. Lainnya yang menonton memberikan sorak sorai seperti sebuah pertandingan sepak bola, semakin Sharon histeris, semakin seru mereka menyorakinya. Sharon menggigit bibirnya menahan sakit, dia merasakan tubuhnya robek oleh penis orc itu.
“Uuhh.. unghh.. vaginamu benar-benar enak, bitch!” ejek orc itu, sementara tangannya dengan gemas meremas-remas payudaranya.
Beberapa saat kemudian badan orc itu mengejang sambil mempercepat hentakkannya, kedua tangannya semakin erat mencengkram payudaranya. Akhirnya dengan mengerang panjang orc itu memuntahkan spermanya di vagina Sharon.
Melihat Sharon tidak bersama dengannya mencapai orgasme, orc itu menjadi kesal.
“Kurang ajar, sudah diperkosa saja masih sombong tidak mau orgasme denganku, hah!” bentaknya sambil menjambak rambut Sharon, wajahnya yang mengerikan tidak jauh dari wajah cantiknya melototinya.
Terkait
Sharon hanya menanggapinya dengan tatapan mata dingin dan senyum sinis, lalu “Puuiihh!” diludahinya wajah monster itu. Sungguh bagaikan seekor singa betina, keangkuhannya tidak runtuh sekalipun dalam kondisi genting bagi seorang wanita seperti ini.
“Hehehe.. hebat, berani sekali, tidak percuma kau jadi jenderal di negeri Shadow, tapi coba kita lihat apa sekarang kamu masih bisa sombong, anak-anak.., beri pelajaran pada pelacur ini!” Lanjut baca!
Viral Baru Dikit Udah Masuk Anus Tante 1
Iklans.com - Setelah peperangan panjang antara kerajaan Shadow dan Light, akhirnya seluruh kepingan dari prasasti Words Worth berhasil disatukan. Kedua kerajaan pun akhirnya hidup damai berdampingan, namun kedamaian itu sedikit terusik oleh ancaman baru terhadap kerajaan Shadow. Kaum orc yang hidup dekat perbatasan Shadow sering mengganggu keamanan wilayah itu, mereka merampok, membunuh, dan memperkosa gadis-gadis disekitar sana. Untuk menumpas kaum orc, Astral yang telah menjadi raja di kerajaan Shadow mengirim pasukan besar ke perbatasan yang dipimpin langsung oleh kekasihnya, Jenderal Sharon. Dibawah pimpinannya pasukan Shadow berhasil merebut beberapa wilayah yang jatuh ke tangan orc serta membunuh beberapa panglimanya. Menghadapi ksatria wanita yang tangguh dan cerdas itu kaum orc mulai menyusun siasat untuk dapat menjebak dan mengalahkannya.
Hari itu, kedua pasukan bertemu dan bertempur di sebuah tanah lapang yang luas. Pasukan kavaleri Shadow dapat mengungguli pasukan orc. Jenderal Sharon nampak anggun dan berwibawa diatas kudanya, tangannya yang berpedang dikibaskan kesana-kemari membantai para orc itu, entah sudah berapa banyak kepala orc yang jatuh ke tanah akibat tebasannya. Melihat prajurit dan perwiranya berjatuhan, jendral orc yang berbadan besar dan berkulit hijau itu memerintahkan mundur. Sharon yang ingin meringkus panglima tertinggi orc itu memerintahkan pengejaran yang dipimpin langsung olehnya. Dia berada pada baris paling depan, jubah dan rambut emasnya yang panjang hingga sepinggang melambai-lambai diatas punggung kuda yang berlari kencang itu, matanya memancarkan keberanian dan tekad yang kuat.
Mereka mengejar semakin jauh ke dalam sebuah hutan yang rimbun. Sharon mulai merasakan sesuatu yang tidak beres karena tempat itu begitu sepi, insting militernya mengatakan bahwa ada jebakan yang menantinya. Benar saja, begitu dia memerintahkan mundur pasukannya, serempak terdengar seruan “Serbuu..!” yang memenuhi hutan yang tadinya sepi tadi, disusul hujan panah dan bermunculannya pasukan orc dari semak-semak dan atas pohon. Mayat-mayat pasukan Shadow bergelimpangan dengan tubuh penuh anak panah, Sharon sendiri berjuang keras menangkis setiap anak panah dengan pedangnya, sebuah panah menyerempet lengannya yang tidak terlindung baju zirah sehingga berdarah. Setelah hujan panah mereda mereka masih harus menghadapi sergapan orc yang menyerang dari semak dan pohon. Pasukan kaveleri tidak dapat bergerak leluasa dalam hutan yang lebat, akibatnya pasukan yang berkekuatan 200-an orang itu nyaris seluruhnya tersapu bersih.
“Lari jenderal.. kami akan mengawalmu!” seru seorang pengawalnya.
Dengan 4 orang pengawal pribadi, Sharon menerobos kekacauan itu untuk meloloskan diri. Di sebuah lintasan mereka dihadang oleh sepasukan kecil yang dipimpin oleh jenderal orc yang tadi pura-pura mundur.
“Hua-ha-ha.. sekarang rasakan pembalasanku, serbu..!” serunya sambil mengacungkan gadanya pada mereka.
Pertempuran yang tidak seimbang pun dimulai, jenderal orc, tanpa kesulitan berarti menghabisi keempat pengawal Sharon dengan gada bajanya. Kini kedua jenderal yang berseteru itu saling berhadapan, bunyi denting pedang beradu dengan gada baja terdengar nyaring.
Terkait
“Hebat juga kau jenderal cantik, kau lebih cocok jadi peliharaanku daripada jadi jenderal!” ejek orc itu di sela pertarungan, matanya yang lebar itu jelalatan menatapi tubuh Sharon yang indah, seolah menelanjanginya.
“Makhluk menjijikkan, kubunuh kau hari ini demi negeriku!” seru Sharon dengan penuh amarah.
“Ayolah manis, aku sudah tak sabar ingin bermain cinta denganmu”.
“Biaya untuk bermain cinta denganku terlalu mahal untukmu!” serunya sambil menerjang dengan teknik pedang yang luar biasa. Lanjut baca!
Cerita Anal Seks Nikmatnya Ngentot Anus Sekertaris Seksi
Tradingan.com - Fabiola, yang biasa dipanggil Febby, seorang wanita cantik berusia 25 tahun. Febby bekerja disalah satu perusahaan pariwisata yang cukup terkenal sebagai sekretaris. Tubuh Febby cukup sintal dan berisi, didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B serta wajah yang cantik, membuat setiap pria pasti meliriknya, setiap kali ia berjalan.
Seperti biasa setiap hari Febby pergi ke kantornya di bilangan Roxi Mas, yang tanpa disadarinya ia dibuntuti sekelompok pemuda iseng yang hendak menculiknya.Sudah beberapa hari para pemuda itu mempelajari kebiasaan Febby pergi dan pulang kantor. Dan hari itu mereka sudah menyusun rencana yang matang untuk menculik Febby. Tiba-tiba dijalan yang sepi taksi yang ditumpangi Febby dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam sopir taksinya, mereka langsung menyeret Febby masuk kedalam mobil mereka, dan tancap gas keras-keras, hingga akhirnya mobil mereka larikan kearah pinggir kota, dimana teman-teman mereka yang lain sudah menunggu disebuah rumah yang sudah dipersiapkan untuk ‘mengerjai’ Febby.
Didalam mobil Febby diapit oleh dua orang pemuda berkulit hitam, sedangkan yang dua lagi duduk dikursi depan. Febby sudah gemetaran karena takut, dan benar-benar tidak berdaya ketika dua orang yang mengapitnya memegang-megang tubuhnya yang sintal dan putih itu. Dua pasang tangan hitam bergentayangan disekujur tubuhnya, yang kebetulan pada hati itu Febby mengenakan rok lebar sebatas lutut, dengan atasan blouse putih krem yang agak tipis, hingga bra Wacoal hitam yang dikenakannya lumayan terlihat jelas dari balik blouse tersebut.
Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-tangan jahil tertersebut bergentayangan dibalik rok Febby sambil meremas-remas paha putih mulus tersebut, hingga akhirnya mereka tiba dirumah tersebut, dan mobil langsung dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung ditutup rapat-rapat. Febby yang sudah terikat tangan dan kakinya, serta mulut tersumpal dan mata ditutup saputangan digendong masuk kedalam ruang tamu, dan didudukkan disofa yang cukup lebar.
Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata Febby dibuka, dan alangkah terkejutnya ia sekitar tiga puluh pemuda yang hanya memakai cawat memandanginya dengan penuh nafsu seks. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Febby pun mulai dikerjai oleh mereka. Febby yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa duduk bersandar di sofa dengan lemas ketika salah seorang lelaki mulai membuka kancing blouse-nya satu persatu hingga blouse putih tersebut dicopot dari tubuh sintalnya itu.
Beberapa orang lagi berusaha membuka rok merah Febby hingga Febby pun akhirnya hanya memakai bra hitam serta celana dalam nylon berwarna hijau muda, dan membuat dirinya terlihat makin menggairahkan, dan spontan saja para pemuda berandal tersebut langsung terlihat ereksi dengan kerasnya. Celana dalam Febby pun langsung buru-buru dilepas dan menjadi rebutan untuk mereka.
Febby dipaksa duduk dengan mengangkang lebar-lebar, hingga vagina-nya yang ditumbuhi rambut-rambut halus itu terlihat dengan jelas, dan mereka pun bergantian menjilati serta menghisap-hisap bibir vagina Febby dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat tenggelam diantara kedua pangkal paha Febby, sementara yang lainnya bergantian meremas-remas kedua gunung kembar Febby yang montok itu. Kop BH Febby diturunkan ke bawah hingga kedua gunung kembarnya muncul bergelayutan dengan indahnya, dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu untuk mereka.
Terkait
Tidak puas dengan hanya meremas-remas saja, beberapa orang mulai mencoba untuk mengisap-ngisap puting susu gunung kembar Febby yang ranum itu, hingga akhirnya Febby pun dipaksa oral seks untuk mereka. Bergantian mereka memaksa Febby untuk mengulum-ngulum batang penis mereka keluar masuk mulutnya. Kepala Febby dipegangi dari arah belakang hingga tidak bisa bergerak, sementara itu yang lain bergantian mengeluar-masukkan batang penis mereka dimulut Febby yang seksi itu hingga mentok kepangkal paha mereka. Lanjut baca!
Cerita Sex Aku Korban Birahi Saudara Ipar
Iklans.com - Sejak Bapak meninggal tujuh tahun lalu dan Ibu meninggal enam tahun yang lalu, aku tinggal bersama kakak sulungku, Mbak Mira. Rumah orang tuaku di Madiun terpaksa dijual. Uangnya kami bagi bertiga, Mbak Mira, Mbak Mona, dan aku, Mila.
Rumah waris itu hanya laku Rp. 6,5 juta. Waktu itu aku masih duduk dibangku kelas tiga SMA. Masing-masing kebagian Rp. 2 juta, sisa Rp.500 ribu dimasukkan ke bank untuk memperbaiki makam kedua orang tua dan biaya keselamatan.
Ketika menerima uang waris Rp. 2 juta, aku sengaja menyimpan Rp. 1 juta sebagai deposito ke sebuah bank, sedangkan sisanya kubelikan sebuah TV. Sebab aku ingin punya TV sendiri dikamar tidurku.
Begitu lulus, aku pergi berduaan ke Sarangan bersama Anton, pacarku yang sekelas denganku. Ditempat rekreasi yang sejuk itulah aku memadu kasih dengan Anton. Entah bagaimana mulanya, setelah aku dicium dan diremas-remas payudaraku, aku seperti terhipnotis dan terbuai dengan segala rayuannya, sehingga aku menuruti saja ketika Anton mengajakku memasuki kamar hotel di Sarangan, aku tidak menolaknya.
Bahkan ketika di dalam kamar tidur, Anton mulai kembali dengan cumbuannya dan remasan-remasan hangatnya yang benar-benar membuatku tak berdaya dan diam saja saat Anton mulai melepas satu demi satu seluruh pakaian yang menempel ditubuhku, aku hanya bisa merasakan desah nafasku yang semakin tidak beraturan dan seluruh tubuhku benar-benar di luar kendaliku. Saat tangan Anton semakin bergerak leluasa ke bagian-bagian sensitif tubuhku, aku semakin pasrah dan menikmati seluruh kecupan hangat, remasan-remasan yang luar biasa nikmatnya, hingga akhirnya seluruh pertahananku jebol setelah penis Anton dengan cepatnya masuk dan merenggut keperawananku dengan sekali hentakan saja. Namun semuanya tak kupikirkan terlalu lama karena aku benar-benar sangat menikmatinya saat penis Anton mulai bergerak maju-mundur, turun-naik, sehingga membuat liang vaginaku mengeluarkan cairan kenikmatan yang terasa hangat saat tubuhku terhempas ke ranjang karena puncak orgasme yang kurasakan saat itu. Lemas, mataku berat, dan akhirnya aku tertidur di dalam pelukan dada Anton kekasihku itu.
Noktah merah yang seharusnya kupersembahkan buat suamiku, akhirnya keberikan lebih awal kepada Anton, pacarku sekaligus calon suamiku kelak. Aku ingat persis Anton kembali melakukan persetubuhan denganku hingga lebih dari tiga kali pada hari itu, aku benar-benar dibuat takluk dengan keperkasaan seksualnya.
Terkait
“Tak udah memikirkan keperawanan. Jaman sudah maju, manusia tidak membutuhkan keperawanan, melainkan kesetiaan”, kata Anton setelah berhasil mengambil keperawananku. Aku juga masih ingat persis ketika Anton memberiku uang Rp.10 ribu.
“Ini untuk beli jamu”, katanya singkat. Hampir saja aku melempar uang itu ke wajahnya. Tetapi Anton keburu mencium pipiku, keningku dan tengkukku sehingga aku tidak bisa marah atas sikapnya tadi.
Benar dugaanku. Setelah peristiwa itu Anton tidak muncul-muncul. Hampir dua minggu aku menunggu, tak kelihatan juga batang hidungnya. Akhirnya aku memaksakan untuk datang ke rumahnya di jalan Borobudur. Betapa terkejutnya aku, ketika ibunya bilang Anton sudah berangkat ke Jakarta, untuk mengadu nasib di sana. Niat hati ingin menyampaikan masalah ini kepada ibunya bahwa aku dan Anton telah berbuat hal layaknya suami istri. Tetapi mulutku tidak bisa bersuara. Aku hanya menahan nafas dan mengehembuskannya dalam-dalam. Lanjut baca!









Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...